Tenis Senayan bergemuruh ketika servis apung Rendy Tamamilang, yang mendarat di belakang lapangan bermain Thailand, dinyatakan oleh wasit garis. Indonesia menutup drama tense 5 set dengan skor akhir 3-2 (25-22, 25-23, 23-25, 22-25, 15-12). Pertemuan antara dua raksasa bola voli di Asia Tenggara dengan sejarah persaingan hebat telah menjadi salah satu festival volume yang paling dinanti di negara ini. Untuk Indonesia, dianggap lebih menguntungkan untuk menghadapi Thailand di babak ke-12 dibandingkan dengan tim-tim kuat lainnya seperti Iran, Jepang dan Qatar, yang juga lolos ke 12 besar.

Sebanyak 12 tim dari 6 kelompok yang berbeda melanjutkan ke 12 putaran bola voli dalam ruangan di turnamen Asia pada tahun 2018. Ke-12 tim kemudian kembali ke sistem lotere untuk menentukan siapa yang akan dihadapi lawan mereka dalam putaran ke-12 yang disengketakan. 26 Agustus 2018. Sama seperti sobat yang tidak pergi ke mana-mana, Thailand ternyata memainkan pole E sebagai juara untuk mendapatkan Indonesia nomor 2 dalam hasil undian. Pengiriman 2 kemenangan berturut-turut di Thailand dimenangkan oleh Aji Maulana dkk selama Turnamen Bank Lienvietpost, yang diadakan di Vietnam tahun lalu, memastikan bahwa tim nasional Indonesia mengalahkan Thailand lagi, terutama ketika memenangkan pertandingan untuk publik sendiri.

Kedua tim juga mengurangi komposisi terbaik mereka di awal pertandingan. Tim nasional Indonesia memasang Sigit Ardian dan Rendy Tamamilang di posisi pembicara eksternal, Rivan Nurmulki di posisi yang berlawanan, Yuda Mardiansyah dan Mahfud Nurcahyadi mengisi pusat blocker dan Veleg Ristan libero. Dengan komposisi ini, Indonesia berhasil merusak penerimaan bola pertama Thailand melalui jump-serve yang dilakukan oleh Sigit Ardian dan Rivan Nurmulki. Menerima bola pertama yang tidak berjalan dengan baik membuat sulit bagi setter senior Thailand, Saranchit Charoensuk, untuk melakukan variasi serangan. Akibatnya, serangan Thailand oleh sepasang penutur Jirayu Raksakaew dan Kittikun Sri-utthawong mudah dibaca dan dilemahkan oleh blocker Indonesia. Tim nasional Indonesia unggul dalam 2 set pertama dengan 25-23 dan 25-22.
Karena pelatih Thailand Monchai Suprajikul tidak ingin kalah dengan mudah, ia memutuskan untuk menyertakan pembicara Amorntep Konkan, Kantapat Koonmee dan setter muda mereka Mawin Maneewong. Strategi ini terbukti berhasil dalam memungkinkan Thailand untuk mengambil alih dua set berikut dengan 23-25 ​​dan 22-25, memaksa game ke set ke-5.

Penuntutan atas pidato berlangsung dalam serangkaian ketentuan. Indonesia mampu memimpin 12-10 di depan, pada titik-titik kritis ini Yuda Mardiansyah bisa membawa 14-12 melalui tip cepat yang tidak bisa dikembalikan oleh Thailand. Permainan akhirnya menjadi bahasa Indonesia setelah bagian cair Rendy Tamamilang tidak tersedia untuk pemain Thailand. Dalam rilis PBVSI, pelatih nasional Indonesia Samsul Jais menghargai kinerja anak-anak asuh yang bermain lebih tenang dan lebih sabar. Samsul juga mengakui bahwa kunci kemenangan dalam kompetisi ini adalah mendorong melalui layanan.

“Kunci kemenangan kami adalah menyerang dari serbet. Harus menyerang (melayani) sejak awal sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan,” katanya. Meskipun menang, pelatih yang membawa Indonesia untuk memenangkan medali perak SEA Games 2017 tidak ingin timnya merapikan, terutama di sektor blok, yang katanya masih sulit untuk mengekang pukulan lawan. Kemenangan ini tidak hanya membawa Indonesia ke perempat final Asian Games 2018, tetapi juga mempertahankan rekor kemenangan atas Thailand. Setelah hampir 9 tahun dalam bayang-bayang dengan rekor tidak pernah menang dari Thailand, Indonesia memecahkan seri kekalahan pada tahun 2018 dengan 3 kemenangan beruntun pada tim gajah putih.

Melarikan diri dari Thailand, tim voli dalam ruangan Indonesia untuk pria diharapkan di perempat final di Korea Selatan. Moon Sungmin dkk memasuki perempat final setelah mengalahkan runner-up grup B, Pakistan dengan skor 3-0 (25-19, 25-22, 25-17). Samsul Jais bertemu lawan yang kuat di pertandingan berikutnya dan optimis bahwa timnya akan mampu melawan untuk tiket semifinal dan berharap bahwa dukungan para pendukung Indonesia dapat meningkatkan moral anak-anak asuh mereka. “Korea adalah tim yang bagus, tetapi tidak terlalu istimewa, mereka juga bermain 3-2 melawan Taiwan. Kami membutuhkan dukungan publik,” kata Samsul. Jepang dan Qatar bertemu di final kuartal kedua. Jepang berjalan dengan lancar setelah mengalahkan oposisi India dengan 3-1 (25-23, 25-22, 23-25, 25-20), sementara Qatar lebih unggul dari Myanmar dengan 3-0 (25-21, 25-18), 25-20).